SARINAH-8

Aneka Sanggul Hadir di Festival Sanggul Nusantara

Sabtu, 11 Maret 2023 di Cakrawala III Sarinah Thamrin Jakarta terlihat keceriaan beberapa remaja putri dan ibu–ibu mengenakan berbagai pakaian adat nusantara dan dilengkapi dengan sanggul tradisional. Mereka hadir di acara Festival Sanggul Nusantara 2023 yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pencinta Sanggul Nusantara. 

Pencinta Sanggul Nusantara adalah perkumpulan berbadan hukum yang memiliki komitmen ingin melestarikan sanggul nusantara. Saat ini keanggotaan tersebar di Jabodetabek, Bandung, Semarang, Solo, Yogyakarta, Surabaya, Bali dan Flores. 

Acara Festival Sanggul Nusantara 2023 mendapat dukungan penuh dari Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi, Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, diisi  dengan peluncuran buku Pencinta Sanggul Nusantara Inspirasi Sanggul Riau Daratan, Betawi, Solo, Yogyakarta, Bali dan Flores, pemberian penghargaan Anugrah Pencinta Sanggul Nusantara 2023 bagi insan pelestari sanggul, tutorial sanggul tradsional, pentas seni dan juga pameran UMKM.

Buku yang baru diluncurkan menampilkan wajah-wajah remaja putri yang dilibatkan untuk semakin mengenal sanggul nusantara. 

Anugrah Pencinta Sanggul Nusantara merupakan suatu apresiasi yang diberikan oleh Pencinta Sanggul Nusantara bagi insan yang dalam karyanya telah mempopulerkan dan melesarikan sanggul tradisional. Salah satu penerima Anugrah Pencinta Sanggul Nusantara 2023 Dr.Dra.AA Ayu Ketut Agung, MM seorang pakar tata rias dan sanggul tradisional Bali sekaligus pemilik LKP Agung Denpasar Bali hadir dan memberikan tutorial sanggul Pusung Tagel dan Sanggul Tengkuluk Lelunakan. Hadirin dibuat kagum dan terkesima dengan kecepatan dan ketrampilan ibu Agung dalam memberikan tutorial sanggul. 

Salah satu penampil pentas seni, Lidyani perwakilan Pencinta Sanggul Nusantara Cabang Yogyakarta menyatakan kegembiraan dan antusias mengikuti acara, dan datang secara khusus dari Yogyakarta dengan beberapa anggota menyiapkan Tari Gambyong Pareanom.

Festival Sanggul  Nusantara 2023 dibuka oleh Putri Kuswisnuwardhani anggota Dewan Pertimbangan Presiden. Dalam sambutannya, Putri Kuswisnuwardhani menyambut baik, mengapresiasi dan mendukung upaya pelestarian dan pemanfaatan sanggul melalui kegiatan   Festival Sanggul Nusantara. Putri Kuswisnuwardhani ingin mengajak untuk terus melestarikan sanggul agar tidak kehilangan jati diri perempuan Indonesia.  Ninoek W Sunaryo selaku Ketua Umum Pencinta Sanggul Nusantara menyampaikan bahwa event Festival Sanggul Nusantara merupakan agenda program kegiatan tahunan yang  diinisiasi oleh Pencinta Sanggul Nusantara. Melalui event Festival Sanggul Nusantara, sanggul-sanggul tradisional kembali dikenalkan sebagai salah satu warisan budaya leluhur dan terus dijaga agar tidak hilang ditelan jaman. Remaja putri banyak dilibatkan dengan tujuan agar upaya pelestarian sanggul dapat terus berkesinambungan di lintas generasi.  Festival Sanggul Nusantara 2023 road show juga akan diadakan di berbagai kota.

 

Halaman B juga ini

Sejuta Kebaya untuk UNESCO Gelorakan Kembali Cinta Budaya Indonesia

Parade Kebaya Nusantara  mendukung penetapan Hari Kebaya Nasional dan pendaftaran ke Unessco terus berlangsung, kali ini digelar di Bandung. Bertajuk Sejuta Kebaya Untuk Unesco sebagai bukti cinta budaya Indonesia, parade diikuti oleh berbagai komunitas tidak hanya yang berdomisili di Bandung tetapi juga dari Jawa Barat dan Jakarta Minggu 13 November.

Menariknya  parade yang digagas oleh Komunitas Notaris Indonesia Berkebaya :{KNIB} Bandung, bertempat di gedung bersejarah yakni Gedung Sate yang memiliki ciri khas berupa ornament tusuk sate pada menara sentralnya. Gedung yang dibangun pada tahun 1920-an ini sekarang difungsikan menjadi kantor Gubernur Jawa Barat.

PSN-5

Merawat Budaya yang Hampir Punah

“Menggaungkan Kembali Yang Hampir Punah” merupakan tema acara yang diselenggarakan pada tanggal 4 Maret 2023 bertempat di Tamanan Keraton – Pendopo Ndalem Yudoningatan, Yogyakarta. Acara ini digagas oleh Indonesia Gaya, suatu komunitas yang didirikan oleh Gayatri Wibisono, pegiat pelestarian budaya dan lingkungan hidup serta pemberdayaan kerajinan Indonesia.

Acara di Yogya ini adalah bagian dari rangkaian acara Tour Budaya yang diadakan oleh Indonesia Gaya  dengan agenda utama berupa gelar wicara (talk show) yang mengusung dua topik utama yakni tentang budaya Prajurit Keraton Yogyakarta dan Pembuatan Wayang Kulit.  Peserta diskusi terdiri dari mahasiswa jurusan seni, budayawan, wartawan/media, berjumlah sekitar 80-100 undangan.